Teks Berita 1 : Empat Pelajar Thailand di SMKN 1 Baureno Suka Nasi Pecel, Namun Kesulitan Komunikasi
Posted by Unknown at Sabtu, 26 September 2015
Empat
Pelajar Thailand di SMKN 1 Baureno
Suka Nasi Pecel, Namun Kesulitan Komunikasi

Reporter:
M. Yazid
NO.
|
STUKTUR TEKS
|
KALIMAT TEKS
|
1.
|
Orientasi
|
Meskipun
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro jauh
dari kota yang berjarak sekitar 30 kilometer, namun sudah mendunia melalui
dunia pendidikan. Buktinya empat pelajar Thailand belajar di sekolah yang
berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan itu sejak dua bulan lalu.
|
2.
|
Peristiwa
|
Saat
blokBojonegoro.com berkunjung ke sekolah tersebut, tidak tampak berbeda pada
sekolah pada umumnya. Seusai upacara di halaman sekolah, para siswa mengikuti
pelajaran di masing-masing kelasnya. Tetapi di ruang Kepala Sekolah SMKN 1
Baureno, terdapat empat pelajar. Mungkin jika dilihat sekilas tidak jauh
berbeda seperti pelajar Indonesia.
Ternyata mereka empat pelajar dari Thailand yang sedang sarapan 'Nasi Pecel' dengan dibungkus daun pisang. Keempat pelajar asal Negara Gajah Putih itu. "Namanya sulit, panggilannya juga unik," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Baureno, Imam Wahjono. Dalam identitas tertulis, Mr. Chokcahi, Matikorn, Thammachon dan Punyagon. "Ada yang dipanggil Chok, Korn, Chun dan Men," sambungnya. Tidak hanya itu, saat pertama di sekolahan. Para siswa banyak yang tertawa ketika para pelajar asal Negeri Seribu Pagoda itu memperkenalkan diri. Pasalnya kalau di Kota Ledre, 'Chok' identik ucapan jelek. Namun mereka tetap belajar bersama dan menerima mereka seperti pelajar lainnya. Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno, Imam Wahjono menjelaskan, para pelajar Thailand sejak tanggal 31 Juli sampai 30 September belajar di sekolah yang dipimpinnya.
"Se-Kabupaten
Bojonegoro, hanya SMK Negeri 1 Baureno yang ada pertukaran pelajarnya. Serta
ada empat pelajar Thailand lainnya belajar di SMK Futuhiyah Mrage, Demak,
Jawa Tengah," jelasnya.
Mereka berada di Indonesia terkait program Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning Centre (Seamolec-Ovec), Organisasi Kementerian pendidikan se-Asia Tenggara itu akan diadakan selama lima tahun.
"Mereka
belajar biasa seperti anak pada umumnya, sebelum pertukaran pelajar ada
sinkronisasi mata pelajaran. Karena ada juga anak SMK Negeri 1 Baureno
belajar di Thailand," ungkapnya.
Tujuannya selain mengenal dua negara juga persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) tahun 2016. Sehingga berdampak ke lembaga lebih besar, sebab para siswa yang berjumlah 1.191 siswa harus bersaing untuk bisa belajar diluar negeri. "Ini bisa menjadi spirit, penyemangat anak-anak untuk bersaing," imbuhnya. syarat untuk bisa kerja sama pertukaran pelajar luar negeri, sekolahnya harus sudah bekerja sama dengan perusahan besar. Seperti halnya SMK Negeri 1 Baureno sudah bekerja sama dengan Axio, Honda dan perusahan besar lainnya. Tampak para pelajar Thailand tersebut sangat menikmati kesehariannya di Kota Ledre.
"Suka
makan belut, ikan dan gurami bakar. Tapi suka juga dengan Nasi Pecel," terang
salah seorang guru, menirukan Chok (Chokcahi) sapaan akrabnya.
Selain itu para guru yang mengajar juga menggunakan bahasa isyarat, karena perlu memahamkan para siswa luar negeri tersebut. "Belajar Bahasa Indonesia juga, selamat pagi-selamat siang bisa. Tadi belajar otak atik motor," pungkas Chok disampaikan guru SMKN 1 Baureno. [zid/lis] |
3.
|
Sumber berita
|
|
2. Menentukan
Ciri Kebahasaan (Keterangan) dalam
Teks Berita.
No.
|
Paragraf
|
Waktu
|
Tempat
|
Tujuan
|
Cara
|
Sebab
|
Alat
|
1.
|
I
|
sejak
dua bulan lalu.
|
SMK
Negeri (SMKN) 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
|
-
|
sudah
mendunia melalui dunia pendidikan.
|
empat
pelajar Thailand belajar di sekolah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten
Lamongan sejak dua bulan lalu.
|
-
|
2.
|
II
|
Seusai
upacara di halaman sekolah
|
ruang
Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno.
|
-
|
masing-masing
kelasnya.
|
-
|
-
|
3.
|
III
|
-
|
-
|
Menunjukkan
Paspor untuk memperkenalkan nama ke empat pelajar dari Thailand.
|
-
menunjukkan Paspor mereka
-
dibungkus daun pisang.
|
Namanya
sulit, panggilannya juga unik.
|
-daun
pisang.
-paspor
|
4.
|
IV
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5.
|
V
|
-
|
di sekolahan
|
belajar
bersama dan menerima mereka seperti pelajar lainnya.
|
-
|
ketika
para pelajar asal Negeri Seribu Pagoda itu memperkenalkan diri. Pasalnya
kalau di Kota Ledre, 'Chok' identik ucapan jelek.
|
-
|
6.
|
VI
|
sejak
tanggal 31 Juli sampai 30 September
|
SMKN
1 Baureno
|
belajar
di sekolah smk n 1 baureno, Mereka juga diajarkan mengenal budaya, adat
istiadat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Bojonegoro.
|
-
|
-
|
-
|
7.
|
VII
|
-
|
SMK
Negeri 1 Baureno dan SMK Futuhiyah Mrage, Demak, Jawa Tengah
|
-
|
-
|
Se-Kabupaten
Bojonegoro, hanya SMK Negeri 1 Baureno yang ada pertukaran pelajarnya
|
-
|
8.
|
VIII
|
-
|
di
Indonesia
|
diajak
pertukaran pelajar dengan SMK Negeri 1 Baureno.
|
-
|
terkait
program Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning Centre
(Seamolec-Ovec), Organisasi Kementerian pendidikan se-Asia Tenggara itu akan
diadakan selama lima tahun.
|
-
|
9.
|
IX
|
-
|
di
Thailand
|
-
|
-
|
ada
sinkronisasi mata pelajaran. Karena ada juga anak SMK Negeri 1 Baureno belajar
di Thailand
|
-
|
10.
|
X
|
-
|
-
|
Tujuannya
selain mengenal dua negara juga persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia
(MEA) tahun 2016.
|
-
|
sebab
para siswa yang berjumlah 1.191 siswa harus bersaing untuk bisa belajar
diluar negeri. Ini bisa menjadi spirit, penyemangat anak-anak untuk bersaing.
|
-
|
11.
|
XI
|
-
|
SMK
Negeri 1 Baureno
|
go
internasional
|
kerja
sama pertukaran pelajar luar negeri
|
syarat
untuk bisa kerja sama pertukaran pelajar luar negeri, sekolahnya harus sudah
bekerja sama dengan perusahan besar. Seperti halnya SMK Negeri 1 Baureno
sudah bekerja sama dengan Axio, Honda dan perusahan besar lainnya
|
dengan
Axio, Honda dan perusahan besar lainnya
|
12.
|
XII
|
-
|
di
Kota Ledre
|
-
|
-
|
pelajar
SMK Negeri 1 Baureno ramah, juga banyak makanan yang tidak didapat di negeranya
itu.
|
-
|
13.
|
XIII
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
14.
|
XIV
|
-
|
-
|
-
|
menggunakan
bahasa isyarat
|
perlu
memahamkan para siswa luar negeri tersebut
|
-
|
3. Menentukan
Ciri Kebahasaan (Verba Transitif) dan
(Verba Pewarta) dalam
Teks Berita.
No.
|
Paragraph
|
Verba
Transitif
|
Verba
Pewarta
|
1
|
Meskipun Sekolah Menengah
Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro jauh dari kota yang
berjarak sekitar 30 kilometer, namun sudah mendunia melalui dunia pendidikan.
Buktinya empat pelajar Thailand belajar di sekolah yang berbatasan langsung
dengan Kabupaten Lamongan itu sejak dua bulan lalu.
|
empat
pelajar Thailand
belajar di sekolah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten
Lamongan
|
-
|
2
|
Saat blokBojonegoro.com
berkunjung ke sekolah tersebut, tidak tampak berbeda pada sekolah pada
umumnya. Seusai upacara di halaman sekolah, para siswa mengikuti pelajaran di
masing-masing kelasnya. Tetapi di ruang Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno,
terdapat empat pelajar. Mungkin jika dilihat sekilas tidak jauh berbeda
seperti pelajar Indonesia.
|
-
para siswa
mengikuti pelajaran di masing-masing kelasnya.
-
di ruang Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno, terdapat empat
pelajar
|
-
|
3
|
Ternyata mereka empat pelajar
dari Thailand yang sedang sarapan 'Nasi Pecel' dengan dibungkus daun pisang.
Keempat pelajar asal Negara Gajah Putih itu diketahui setelah salah seorang
guru SMKN 1 Baureno menunjukkan Paspor mereka. "Namanya sulit,
panggilannya juga unik," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Baureno,
Imam Wahjono.
|
-
empat pelajar dari Thailand yang sedang sarapan 'Nasi Pecel' dengan
dibungkus daun pisang
-
Keempat pelajar asal Negara Gajah Putih itu diketahui setelah salah seorang
guru SMKN 1 Baureno
menunjukkan Paspor mereka.
|
kata Kepala Sekolah SMK Negeri
1 Baureno, Imam Wahjono.
|
4
|
Dalam identitas tertulis, Mr.
Chokcahi, Matikorn, Thammachon dan Punyagon. "Ada yang dipanggil Chok,
Korn, Chun dan Men," sambungnya.
|
-
|
sambungnya.
|
5
|
Tidak hanya itu, saat pertama
di sekolahan. Para siswa banyak yang tertawa ketika para pelajar asal Negeri
Seribu Pagoda itu memperkenalkan diri. Pasalnya kalau di Kota Ledre, 'Chok'
identik ucapan jelek. Namun mereka tetap belajar bersama dan menerima mereka
seperti pelajar lainnya.
|
-
Para siswa banyak yang tertawa ketika para pelajar asal Negeri
Seribu Pagoda itu memperkenalkan diri.
|
-
|
6
|
Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno,
Imam Wahjono menjelaskan, para pelajar Thailand sejak tanggal 31 Juli sampai
30 September belajar di sekolah yang dipimpinnya. Mereka juga diajarkan
mengenal budaya, adat istiadat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan
Bojonegoro.
|
-
Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno, Imam Wahjono menjelaskan, para
pelajar Thailand sejak tanggal 31 Juli sampai 30 September belajar di
sekolah yang dipimpinnya.
|
Kepala Sekolah SMKN 1 Baureno,
Imam Wahjono menjelaskan
|
7
|
"Se-Kabupaten Bojonegoro,
hanya SMK Negeri 1 Baureno yang ada pertukaran pelajarnya. Serta ada empat
pelajar Thailand lainnya belajar di SMK Futuhiyah Mrage, Demak, Jawa
Tengah," jelasnya.
|
-
|
jelasnya
|
8
|
Mereka berada di Indonesia
terkait program Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning
Centre (Seamolec-Ovec), Organisasi Kementerian pendidikan se-Asia Tenggara
itu akan diadakan selama lima tahun. Kalau tahun ini dengan Thailand, tapi
tahun depan rencananya dengan Malaysia. Selain itu dua Negara dari luar Asia
Tenggara seperti Germany dan Prancis juga bersedia diajak pertukaran pelajar
dengan SMK Negeri 1 Baureno.
|
-
Mereka berada di Indonesia terkait program
Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning Centre
(Seamolec-Ovec).
|
-
|
9
|
"Mereka belajar biasa
seperti anak pada umumnya, sebelum pertukaran pelajar ada sinkronisasi mata
pelajaran. Karena ada juga anak SMK Negeri 1 Baureno belajar di
Thailand," ungkapnya.
|
-
Mereka belajar biasa seperti anak pada umumnya
|
ungkapnya
|
10
|
Tujuannya selain mengenal dua
negara juga persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) tahun 2016.
Sehingga berdampak ke lembaga lebih besar, sebab para siswa yang berjumlah
1.191 siswa harus bersaing untuk bisa belajar diluar negeri. "Ini bisa
menjadi spirit, penyemangat anak-anak untuk bersaing," imbuhnya.
|
-
para siswa yang berjumlah 1.191 siswa harus bersaing untuk bisa
belajar diluar negeri
|
imbuhnya
|
11
|
Pasalnya syarat untuk bisa
kerja sama pertukaran pelajar luar negeri, sekolahnya harus sudah bekerja
sama dengan perusahan besar. Seperti halnya SMK Negeri 1 Baureno sudah
bekerja sama dengan Axio, Honda dan perusahan besar lainnya. "Sudah
saatnya go internasional, bukan lagi berfikir global," tandasnya.
|
-
SMK Negeri 1 Baureno sudah bekerja sama dengan Axio, Honda dan perusahan
besar lainnya
|
tandasnya
|
12
|
Tampak para pelajar Thailand
tersebut sangat menikmati kesehariannya di Kota Ledre. Selain para pelajar
SMK Negeri 1 Baureno ramah, juga banyak makanan yang tidak didapat di
negeranya itu.
|
-
para pelajar Thailand tersebut sangat menikmati kesehariannya
di Kota Ledre
|
-
|
13
|
"Suka makan belut, ikan
dan gurami bakar. Tapi suka juga dengan Nasi Pecel," terang salah
seorang guru, menirukan Chok (Chokcahi) sapaan akrabnya.
|
-
|
terang salah seorang guru,
menirukan Chok (Chokcahi) sapaan akrabnya.
|
14
|
Selain itu para guru yang
mengajar juga menggunakan bahasa isyarat, karena perlu memahamkan para siswa
luar negeri tersebut. "Belajar Bahasa Indonesia juga, selamat
pagi-selamat siang bisa. Tadi belajar otak atik motor," pungkas Chok
disampaikan guru SMKN 1 Baureno. [zid/lis]
|
-
para guru yang mengajar juga menggunakan bahasa isyarat
|
pungkas Chok disampaikan guru
SMKN 1 Baureno
|
Teguh Tri Y.
SMK Negeri 1 Baureno
SMK Negeri 1 Baureno
nice bro...
BalasHapus