Sejarah Dusun Grenjeng dan Jomblong
Posted by Unknown at Rabu, 26 Agustus 2015
Ø
Dusun Grenjeng
Nama Grenjeng berasal dari kata “genjreng” yang artinya gencet, cerita ini berawal dari
perebutan kembali istana Ngurawan dari tangan pemberontak. Para prajurit dari 4
kerajaan berbaris menyerbu istana dengan teriakan “ayo . . . genjreng !” (ayo gencet !). Maksudnya adalah menggencet
para pemberontak dan membebaskan Prabu Lembu Amisena.
Dalam cerita lain mengisahkan bahwa
prajurit berangkat sambil diiringi lagu yang membangkitkan semangat perang.
Terdengarlah bunyi “jreng . . . jreng . .
. jreng” yang mengiringi setiap langkah para prajurit. Penduduk yang
dilewati barisan pasukan perang itu berkomentar bahwa suaranya “Pating grenjeng . . . pating grenjeng”,
hingga jadilah nama Dusun Grenjeng yang berada di Desa Sraturejo, Kecamatan
Baureno, Kabupaten Bojonegoro.Warga Dusun Grenjeng memperingati peristiwa
tersebut setiap tahun sehabis panen padi dengan menggelar acara nyadran di Petilasan Sumur Nganten (Makam Kaki danNyai Krebut). Nyadran Dusun Grenjeng setelah panen
padi pada hari Senin Pon.
Ø
Dusun Jomblong
Nama
Jomblong berasal dari kata “ndomblong”
yang artinya dalam bahasa indonesia adalah bengong, cerita ini bermula ketika
peristiwa berundingnya para pangeran dan pejabat dari 4 kerajaan yang akan
menumpas para pemberontak bertempat di Petilasan
Sumur Gandring. Rakyar kecil menyaksikan peristiwa berkumpulnya 4 kerajaan
dalam jumlah yang sangat banyak, dan rakyat menjadi terbengong – bengong dengan
bertanya – tanya dalam hati, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi . Dari
kata ndomblong terucap menjadi
Jomblong. Warga Dusun Jomblong memperingati peristiwa tersebut setiap tahun
sehabis panen padi dengan menggelar acara nyadran
di Petilasan Sumur Gandring
(Makam Mbah Gandring). Nyadran Dusun
Jomblong setelah panen padi pada hari Selasa Wage.
Sumber :
Bapak H. Bukari

0 komentar: